YA Aziz… ya RAhman… rasa sayang adalah anugerahmu namun bgmn hati ini masih menyimpan luka?

ya rahman, belum sempurna ku bersihkan hati… ampuni yah robbi…

mudah ku berikan maaf untuk luka yg terukir tapi knp tak lekang dari ingatan segala sakitnya? forgiving not forgotting…..

Ya rohimmm tak ingin aku terjerat oleh lingkaran ini, mohon bimbing hati untuk berbenah raih keberkahan Mu….

seperti selalu doaku yg terlantun biarlah hanya Engkau dan aku yg tahu rasa luka itu dari siapa, terima kasih untuk segala yg Engkau beri ya Robb, ku yakin selalu pd rencana terindahMU…

moga terjaga hati untuk selalu pandai mereguk hikmah tanpa sia-sia…

untuk satu orang di dunia ini yg atas ijin darinya pula, moga kita tak akan pernah berjumpa lagi untuk selamanya… maafkan, InsyaAllah silaturahmi terjaga pada taraf paling minimal…. dan Allah lebih tahu segala yg ada dihati…

padaMU kuserahkan ya rahman, krn tak mampu kuhadapi sendiri tanpa bersandar padaMU…

untuk keadaan terbaik saat ini tak henti syukur terkantun…

tertulis untuk melepaskan segala sesak yg kadang hinggap, membuatku terjerembab sejenak pada jurang paling dalam dari perjalan hidup yg lalu…

tapi…tak berlama-lama, karena waktu tak berjalan mundur,

trust me i can face it!

terima kasih telah manyapaku dalam hening…..

dan senyum terukir selalu dari ikhlasnya diri yg terus belajar dan berbenah…

karena kita memang tak sempurna…..

d_viem

October 26th, 2008 at 4:20 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Kala, hati bimbang melangkah, kala harus berbeda dengan arus yg mengalir deras,  berat sekali rasanya, namun seorang sahabat setia menguatkan, ini yg ia tuliskan:

Secuplik kata dari prosa karangan Dewi Lestari. One of my favorite. Untuk saudari-saudariku yang berani menentukan arah hidupnya dan tak ragu menjadi berbeda dari arus pada umumnya.

***

Di hamparan gurun yang seragam, jangan lagi menjadi butiran pasir. Sekalipun nyaman engkau di tengah impitan sesamamu, tak akan ada yang tahu jika kau melayang hilang.

Di lingkungan gurun yang serba serupa, untuk apa lagi menjadi kaktus. Sekalipun hijau warnamu, engkau tersebar di mana-mana. Tak ada yang menangis rindu jika kau mati layu.

Di lansekap gurun yang mahaluas, lebih baik tidak menjadi oase. Sekalipun rasanya kau sendiri, burung yang tinggi akan melihat kembaranmu di sana-sini.

Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkan dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu,oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekedar bergerak dua inci. Dan setiap senti gurun akan terinspirasi karena kau berani beku dalam neraka, kau berani putih meski sendiri, karena kau…berbeda.

tdklah melangkah dgn terguh itu mudah, namun dengan sahabat dan saudara pengingat ringan, bisa kuukir esnyum hadapi perbedaan yg ada…

Life is Choice!

untuk adinda sahabatku,…

jazakillah bil jannah sist!

Smiles;))

d_viem

September 20th, 2008 at 11:00 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

assalamualikum,
lama tak berbagi diblog ini,…
episode ini berjalan dengan ujian yg berbeda dari sebelumnya….
saat menulis ini saya berada di kota bandar lampung,….
mengunjungi kota ini tak pernah tersambut dengan ramah,…
kesan kasar dan berantakan serta wajah2 penuh wasangkalah yg selalu menyambut sang pendatang…..

saat memutuskan untuk pulang sendiri dan ‘ngeteng’ ( naik turun bus, biasanya naik damri euy) adik v bilang " ne ati2 yah,… ada apa2 cepet sms fitra atao tlp, hp nyalain jgn bikin khawatir ibu, ada pulsakan? beranikan?" dan seabreg pesan dari fitra…

perjalanan dimulai dengan sangat tdk menyenangkan, dv dgn kebiasaan yg sulit menghapal jalan harus berkali2 bertanya untuk menemukan  tempat menanti bus kemerak,  (sempat terfikir untuk naik damri aja, tapi ga maw kalah dgn keadaan)
perjalanan ke merak terasa sangat biasa  tdk begitu isrimewa ,
tiba saat menaiki kapal, dv beli makan dulu dan solat mgrb dulu …

di kapal,
kapal tdk terlalu ramai, tapi kelas 1ya jg ga bisa dibilang nyaman dengan Ac yg tdk begitu terasa dan video dangdut yg menyajikan penari dgn goyang yg seronok HUH!, dv pun memilih untuk tidur…

saat sirene kapal berbunyi 3 kali menandakan kapal siap bersandar, v ke dek dan menunggu jembatan terbuka bagi penumpang yg tdk membawa kendaraan,..
kalo dari jauh dan saat lampu2 malam menyala lampung memang indah, apalagi dengan siger emas yg menyala dari selat sunda…
kesan pertama: " keren juga…. "

tiba2…. "dek2.. maw kemana dek?" seorng lelaki tb2 menghalangi jalanku dan berbicara dengan wajah begitu dekat Astagfirullah! dv pun sontak menghindar dengan diam….tapi di terus bertanya setengah memaksa dan mengajak ikut travel ke bandar lampung yg mencari penumpang lsg dari atas kapal,….
dalam hati ‘ gmn maw naik, cara ngajaknya aja dah serem’ dia pake bilang " dek kamu ini diem aja, kamu pikir kita ini ilegal tah?" (baca dengan logat lampung)
saat itu dv benar ingin turun dulu ke bawah mencari musholla sekedar berwudhu dan bebersih setelah tertidur dikapal, karena toliet di kpl sangat tdk bisa dipakai sodara2!. Padahal kapal baruna itu memampang besar tulisan ‘Visit Indonesia 2008′
wah gmn maw nyaman kalo keadaan kapal aja ga beres dari toilet ampe tempat duduk yg udah bolong dan kursi yg rusak2 mirip bar yg telah tutup bertahun2….

akhirnya….bisa juga jalan kebawah,
belum selesai saudara2 sambutan dari warga lampung ini….
sampai di bawah tiba2…. ada tukang ojek yg dgn sotoynya nawarin dv naik ojek, (gila apa ke bandar lampung naik ojek? bisa tepar !)merasa tdk mendapat respon sang tukang ojek itu terus membuntuti dgn rayuan yg huek! akhirnya setlah mulai sebal dgn sang ojek dv katakan sgn nada sedikit tinggi kalo dv maw ke bandar lampung jadi tdk mungkin naik ojek dia,…trus dgn mengomel dia pergi…

setelah selesai cuci muka dan berwudhu, v memutuskan untuk solat dirumah mengingat sgt tdk nyamannya tmp solatnya….nah waktunya nyari mobil ke bandar lampung, ngeliat bus Ac ke rajabasa sepi bgt tak berpenungpang jd serem… cuma  ada sopirnya, dan jam sudah menunjukkan jam 9 mlm,… waktu yg sangat tdk menguntungkan….

tiba2 lagi…
ada tiga org yg mendekat dan ngajak… "ayooo dek bandar lampung2"… "ngga pak saya nyari travel" " iyaa… kitaorang ini dari travel dek! tuh travelnya, ngga usah khawatir ada juga ko cewenya" dan "tiba2 badan dv sudah terdorong menuju kijang kapsul berwarna emas, dengan kursi yg seperti disediakan untuk dv?" travelnya panas dan org2 didalamnya semua merokok Astagfirullah! ini bukan travel hatiku menjerit…

dengan berusaha berkilat saya mencoba untuk bertanya" pak maaf pak sebentar, ini travel ongkosnya berapa yah?" " biasa dek, kitaorang ini ngga naikin ongkos ko (baca dgn logat lampung)" " ooo… saya kira, bukan travel, soalnya ngga ada ACnya??" " wah iya dek, bentar dulu geh kitaorang ngerokok dulu sebentar sebatang ini nanggung ( baca dgn logat lampung)" yah pasrahlah dv akhirnya, sambil berdoa selamat sampai dirumah… dan telponpun berdering, ternyata ibunda mengecek perjalan putrinya sudah dimana….

sepanjang perjalanan si laki2 yg tadi menggiring dv naik travel itu, tiba komentar " adek ini tadi ditawarin ngga maw" (kembali baca dgn logat lampung)dikpl tadi ngga maw tahunya sekarang naik juga dek..dek…"
si laki2 itu terus saja mengulang komentarnya dgn wasangka ke dv kalo dv mikir dia ilegal lah, dia apa lah… haduh… panas euy dituduh2… tapi ga bisa ngapa2in selain diem, karena bicara mungkin akan fatal akibatnya?

saat dekat rumah kembali si laki2 itu (yg sepanjang perjalanan membicarakan hal2 seronok ttg wanita) ngomentarin dv,… wah ini dah ga bisa didiemin… dv Jaab dgn tegas namun mencoba sopan bahwa apa yg dia tuduhkan ke dv tdklah benar! sempat terdiam dia tdk menyangka kalo akhirnya dv bersuara juga…(kyknya emang mancing2 yah dari tadi?)
akhirnya tiba dirumah dengan selamat…..

lampung..lampung knp hatiku tdk tenang dan tentram kala menapaki tanahmu?
kenapa tdk seramah tanah negeri lain?

dan satu rumah dikota ini…telah menyambutku dengan sukacita…
sehari… dua hari….
alarm hati mulai menyala sesuatu ada ga normal!….]
apa yah?…coba tilik2 ibunda…. coba dalami hati adik2…coba menatap mata amak….
yah hati dv berkata sesaat lagi semua apa yg ada di hati mereka akan mereka ceritakan….
dan dv mulai mengambil posisi untuk mencoba menggali rasa terdalam dari tiap individu penghuni rumah tercinta….
mengalirlah semua cerita…..

adik datang dengan segala gelisahnya ttg persiapannya menuju universitas… dan segala mimpinya serta satu isyarat turunnya percaya dirinya…. Astagfirullah….
sudah kusadari ada yg berbeda dari sosok adik satu ini….
dan disinilah peran dv….
mengembalikan semangat dan percaya dirinya… bahwa dalam segala keterbatasan kita bisa tetap menjadi pemenang, bahwa tak ada yg tak mungkin bagi Allah, bahwa dia tdk sendiri… dia punya keluarga punya seorang uni yg mencintainya lebih dari teman2, dan guru2 mencintainya….bahwa dia adalah sosok cerdas dengan analytical thingkinnya yg tajam, bahwa dia istimewa dan tdk boleh terlihat lemah depan org lain kecuali saat hanya berdua dengan Sang PemilikNya….yg sangat mencintainya lebih dari dia mencintai dirinya sendiri….

kala medatangi ibunda,…
meluncurlah semua curahan hatinya… membagi semua beban… dengan sekuat tenaga menahan benteng tegarnya… aku tahu rasa dihatinya… tentu aku memahaminya……..
bunda…. tak ada lagi yg nanda dapat sampaikan selain mengingatkan untuk sabar dan ikhlas,… bila blum dapat nanda bantu ringankan bebanmu,… mudah2an dgn menjadi putrimu nan hanya menjadi pendengar yg baik dan belajar untk santun menjaga perasaanmu bisa menyunggingkan selalu senyum bhgia itu yah bunda….
tapi Allah maha tahu bunda,… jauh dilubuk hatiku…kebahagiaanmu adalah prioritas bagiku… moga Ia ijinkan diriku menjadi penyokong kebahagiaanmu selalu yah….

kala mengerjakan pekerjaan rumah berdua dgn amak,
kali ini sang cucu mengamati matanya… sungguh teduh… sejuk…dan damai…
akan seindah itu kelak bila dv lanjut usia? tetap indah dan sejuk dipandang mata, terus dicinta dan didamba hadirnya?….
tapi tak dapat ia sembunyikan guratan cemasnya, seolah menyiratkan tanya… "adakah engkau bahagia nak?, gmn dgn cita2mu? adakah terang jalan untuk meraihnya?" yah itulah yg membuatku selalu menyunggingkan senyum dan mendendangkan tawa saat dekatnya,… agar ia tahu cucunya ini bahagia selalu apalagi dekat dgn nya…..

saat bersanding dgn papa kala ia menikmati kopi paginya dari uni….,
"uni gmn sekarang nak?" "waah uni senang pa…."
"papa gmn? ko makin kurus? jg mknnya yah pa, ne ambilin jgn tambah inget gula darah pa"….,. "alah papa ga papa ko…"
dan saat mencoba menyelami hatinya, kusadari betapa sangat ia ingin memberi  bny untukku,… betapa dibalik sifatnya yg seolah cuek tapi yakin dv papa sangat memperhatikan dv dan sangat menginginkan dv bahagia, dan bisa meraih cita2….
tenang pa, srikandimu makin tangguh kini pa! trust me!

kala berjalan di atas motor berdua dengan fitra,….
kami mengurai tawa,…. membingkai cita yg sedang di tapaki….menghibur hati masing2… dan saling menyalakan semangat dalam diri….

dan kini kala ku berjalan sendiri, …..
tak henti kupanggil naman Robbku…
memohon bimbingan terbaiknya menjalani peran yg diamanahi….
memohon cahayanya untuk jalan menuju cita….
memohon ijinnya untuk menjadi jawab atas doa2 yg terlantun untukku……
memohon kekuatan untuk tak kalah pada segala keterbatasan yg ada….
memohon kebijaksanaan dan kearifan hadapi episode yg diberi….
memohon keteguhan hati untuk terus meyakini skenarioMu selalu yg terbaik ya Allah…
memohon kelapangan hati dan keluasan berfikir hadapi tiap sempit yg menghadang….
memohon kecerdasan nurani untuk terus berlabuh pada darmaga CintaMu….
memohon kelembutan hati untuk terus bersyukur dan meringankan bibir untuk melantunkan asamMu didalam diri….

karena diri ini hanya seonggok daging, hanya dengan kekuatan dariMu yah rabb seonggok daging ini bisa bertahan…..

hmfp…. Alhamdulillah… ,….
dengan tak lepas yakin Allah itu dekat…
penuh sudah hati ini akan kekuatan baru dan lebih siap berjalan kedepan….
karena perjalanan ini hanya sementara,… dan dv tak ingin berakhir sia2….
karena dv ingin bisa berarti….dan mengabdi…

oleh karena itu mari berbenah….dan bersiaplah untuk melenting lebih tinggi DEV!

bandar lampung, 17 mei 08 16.11

Smiles;))
d-viem

May 17th, 2008 at 2:24 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Akhirnya setelah delapan bulan tak bertemu,  ibu berkunjung……
kedatangannya ditengah sulitnya melalui penelitian seperti oase dalam hidupku…..
bogor lampung memang tak jauh, tapi kesibukan dan  amanahnya yg banyak menyita waktunya tiap hari…..

ibu nan sibuk dgn murid2 kecilnya…. dengan perniagaan yg membantuku sekolah, dengan urusan rumah tangga  dan membagi perhatian dengan adik2ku yg semua butuh ibu untuk berbagi. Ibu memang sosok luar biasa bagi kami…. ia wanita tegas dan kuat dalam berpendirian…..
kesabaran dan kesetiaannya pada keluarga serta pengorbanannnya mengajarkan aku banyak hal….
sungguh ibu… setiap episode hidup walau pahit, walau manis kau kembangkan senyum itu dan terus meneguhkan langkah kami untuk maju….
banyak hal kuteladani darimu….
kelak dirimu menjadi bidadari surga untuk semua keihklasanmu ibunda ku…..
amiinnnn….

satu hal paling ku ingat dari ibu adalah ketawakallannya menyerahkan segala usahanya pada Allah serta keyakinan dan sifat optimisnya yg selalu ia dendangkan padaku…..

ibu , doa dan air matamu pada tiap malam, kesabaranmu mengingatkan uni yg jauh agar teguh berjalan pada jalan yg lurus sungguh berarti bagiku…
ibu… kaulah harta terindah yg Allah anugerahkan dalam hidup ini,…..

ibu… untuk semua mimpi dan cita2 yg kita bingkai bersama, akan ku tunaikan amanahmu ibundaku…..

dv kecil selalu pulang sekolah dengan sejuta cerita yg akan ia bagi dgn ibunya….
ibu selalu bertanya :’gmn tadi one disekolah?"

dv remaja dengan pakaian biru putihnya dan dengan semua masalah remaja, khasnya wanita baligh….. ibu hadir dgn sabar menuntun dan mengajarkan bahwa putrinya kini makin besar.

dv SMU dgn semua cita2 yg makin besar, yang tak cukup lagi kita tulis bersama pada life mapping kita ibu???? dv SMU yg kuat ingin bersekolah jauh….dv SMU yg mulai mengenal lawan jenisnya….
dv SMu yg mulai kritis terhadap aturan dari ibu….
dv SMU yg mulai bny aktifitas diluar hingga berkurang waktu bersama ibu…. dv SMU yg sering berambisi besar namun juga masih sering menangis saat gagal…..
ibu selalu hadir!! pun saat aku terbaring lemah di UGD org pertama yg kulihat kala ku tersadar dari pingsan adalah ibu dgn wajah khawatirnya…. (sungguh ibu,…. maafkan one dulu yah yg sering bandel)

kini dv mulai dewasa, lebih dari 20 tahun umurku….makin banyak episode terlewati makin banyak perenungan, makin dv berfikir, makin banyak syukur ini terlantun…..

ibu… putrimu beranjak dewasa kini….
putrimu telah pandai menuai hikmah kini ibu….
ibu benar harta nurani ini hanya kita raih saat kita pandai bersyukur, ibu benar dv salah bersandar ibu…. ibu benar bahwa hidup selalu menuntut perjuangan…

terima kasih ibundaku….
untuk selalu ada saat airmata ini tak dapat kuhadapi sendiri….
untuk mengerti one dgn semua problematika khas gadis beranjak dewasa
untuk selalu meneguhkan jalanku saat aku lemah,
untuk doa2 indah dan keyakinanmu padaku
untuk kepercayaanmu yg tertitip padaku…

Ibu jika Allah ijinkan mimpi kita untuk bertandang ketanah suci akan jadi prioritasku ibu…..
ibu jika Allah ijinkan inginku menjadi penyumbang senyum bahagiamu hingga akhir hayatmu ibu…

ibu kita tetap percaya pada rencana terindahNya yah bu…..
sehari bersama mu penuh sudah semangatku…
yakin langkahku meraih tujuan…
dengan ridhomu ibu, ringan aku berjalan….

tak ada lagi kata terucap selain syukur tak hingga untuk anugerah ibunda sepertimu…..

dari one yg selalu mencintaimu ibu…..

dramaga, 14 agustus 2007

August 14th, 2007 at 4:16 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

cape yah harus kecewa???
knp hayo bisa kecewa? karena ada harapan disana… setuju ga?
jadi jgn pernah berharap klo kamu ga mw kecewa…

harapan itu dilabuhkan pada seuatu yg tepat yah dv!
kecewa boleh tapi tidak untuk berlama2 secukupnya saja dunks. Saatnya cerdas untuk bersikap dan tegas dalam berpendirian girl!

Adakah Allah rido atas diriku?
AStagfirullaah….astagfirullah….
hmpffh…….
bersihkan hati….
kembangkan senyummu….
ikhlaskan saja…..
ada yg terbaik untukmu dv….
dan belajar dari pengalaman…….
jgn maw terhembas ombak yg datang dan pergi…..
tancapkan jangkarmu agar kuat hadang ombak yg deras,
lepaskanlah ikatan kepompong pelan2….
tumbuhlah menjadi kupu2 nan cantik
terbanglah dgn sayap kokoh raih asa dan mimpi…
tinggalkan bumi yg lalu……….
hinggaplah bila kau telah temukan yg kau cari……
dengan kaki nan kokoh dan dengan ilmu yg cukup…
tak lupa dgn syukur tak terhingga pada RAbbmu yg sangat menyayangimu….

jgn biarkah hati tak menentu berlama2 yah devi….
temukan kembali nikmatnya sujud itu…..
temukan kembali kekuatan  diri yg memudar….
temukan kembali jati diri yg terhempas…
temukan kembali kasih sayangmu….

jadikan diri jawaban atas ucap diri…..
jadikan diri penyejuk bagi saudari….
jadikan diri penyumbang senyum bangga dan bahagia ibu n papa….
jadikan diri shbt yg dirindu…..
jadikan diri gadis yg teguh pendirian…
jadikan diri kelak mampu berbakti pada kekasih sejati….
amiiinnnn….

Alhamdulillah….
ringanlah hati jernih sudah fikir….
aku kan melangkah maju…
spion itu hanya untuk melihat kebelakang sekali2 bukan?
agar benar jalan kedepan dan tidak salah melangkah….

kurindu pelabuhan hati nan tak mengecewakan….
kurindu saudari2ku….
kurindu wangi bunga yg dulu indah…..
kurindu indahnya rona pelangi…..

sampai jumpa,
senyum terindahku untukmu…..
terima kasih telah mengisi hari2ku…
terima kasih telah warnai hariku dgn warna warni,,….
kini ku akan mengukir dgn warna ku sendiri….

menjadi gadis penuh senyum dan adil pada hati….
terima kasih ya Allah…..

ditulis untuk ringankan sedikit yg terasa dihati….
ditulis untuk ingatkan seorang dv yg naif

ditulis dengan senyum terindah dan ringan
Alhamdulillah…..

big smile of me
;))))
d_viemaniesh

July 12th, 2007 at 3:17 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Bismilah…
berat akhir2 ini langkah…. tapi sahabtku jg ada yg sedang melewati hari2 berat…..
satu yg dv yakini kita akan menuai apa yg kita tanam bukan?
bertanya pada alam apa yg telah dv perbuat yah? dv masih jauh dari bisa menolong sahabat yg tergelincir, sahbat yg susah hati….
saat dia merasa terpojokkan dv knp hanya sedikit menolong? masih tersisakah ketidak tulusan hati mudv? hingga tak maksimal kau menolongnya?

belajar untuk objektif dan belajar untuk memahami situasi dan memperbaiki ,terus dilakukan tapi kini sedikit waktuku untuk merenung….
kurindu sisters2 penyejuk namun dvpun masih jauh dari saudari penyejuk….

Ya Allah berikan aku kesempatan untuk memperbaiki diri ini, menetralkan hati hingga keobjektifanku terjaga dalam menilai.

Ya Allah ku serahkan penjagaan terbaik diriku hanya padamu….

dv yg merasa tidak maksimal menyejukkan saudaranya yg susah, dan tidak maksimal dalam menolong ,maafkan dv yah sahabtku… sungguh segala doif ini hanya dari dv yg masih sering terbujuk rayu setan…..
persaduaraan ini takkan hilang oleh waktu apapun kisah yg terukir pahitkah dulu atau sulitkah? karena dv pun masih belajar.

teruntuk saudari dan sahabtku yg pernah mengisi hari2ku dulu, kini dan esok

June 25th, 2007 at 9:02 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

YA Allah padaMu
kutitipkan secuil asa
Kau berikan selaksa bahagia
PadaMu
kuharapkan setets embun cinta
kau limpahkan samudera cinta

Begitu banyak sudah KAu beri rahmatMu ya Robbi namun masih sedikit ibadahku dalam memujimu. Inginku bisa terus bertasbih mengagungkanmu seperti malaikat yg bertasbis siang dan malam memujimu sambil bertawaf.
Ya allah kau kabulkan doaku satu - satu…. kau lapangkan hati gundahku ya Ro Ya basith, ku mohon ampuni hati ini yg masih sering lalai dalam mengingatMu.

Fabiaayi ala irobbikuma tukajjiban?

wahai dv jangan pernah berhenti berdoa yah….
teriam kasih Ya Rahman Ya RAhim…..

April 16th, 2007 at 1:26 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Sahabat, lingkungan dapat berubah hanya
dalam hitungan detik tanpa bisa diduga. Namun prinsip adalah abadi. Prinsip
tidak berubah. Prinsip menciptakan rasa aman yang hakiki, rasa aman yang
berasal dari dalam diri kita. Kemampuan kita untuk mengendalikan hati ketika
masalah menimpa diri kita (proaktif)
sangat sulit dilakukan tanpa adanya kekuatan prinsip yang bisa dipegang teguh.
Hanya Laa Ilaaha Illallah prinsip sejati untuk hidup.

Tindakan seseorang sangat bergantung pada
pikirannya masing – masing. Dia akan merespon setiap hal sesuai dengan prinsip
yang diyakininya. Tiap kita akan bertanggung jawab atas segala tindakan kita.
Walau tiap orang memiliki prinsip yang berbeda – beda namun tiap tindakan yang
berdasarkan prinsip itu akan dipertanggungjawabkan masing2.

Kita adalah ”raja” atas pikiran kita
sendiri.
Bukan lingkungan sekeliling kita. Yah lingkungan memang sangat berperan
dalam mempengaruhi cara berfikir kita. Orang yang memiliki ”prinsip”, akan
mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif ditengah
lingkungan yang buruk sekalipun. Hal ini akan membuatnya makin cerdas karena ia
adalah raja dari pikirannya sendiri.

Satu hal yang perlu kita cermati bahwa
prinsip tiap orang memang berbeda2. Kecerdasan dalam menghargai dan menyikapi
perbedaan akan membantu kita untuk terus survive. Saya memiliki teman yang
berbeda pandangan, bahkan kadang kita bisa terlibat perdebatan singkat karena
ia merasa pandangan saya yg berbeda menyindirnya. Yah sekali lagi seorang devi
masih harus banyak belajar untuk cerdas menyikapi perbedaan prinsip dalam
lingkungannya.

Devi memang masih jauh dari berprasangka
baik atau berhusnuzon pada orang lain. Saya mohon maaf pada sahabat yang
mungkin pernah terzolimi oleh diri ini…. semoga Allah meringankan hati saya untuk lebih memperbaiki diri setiap harinya.

Hai
orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh,
sebagian persangkaan adalah dosa. Janganlah saling memata- matai, dan janganlah
saling memfitnah
….” (Q.S. Al Hujuraat 12)

Semoga sedikit tulisan ini bisa
bermanfaat bagi teman2 terutama untuk diri saya pribadi. Segala kekurangan adalah
bersumber dari saya,devi masih dekat dengan lalai. Semoga prinsip yang kita
yakini mampu mengantarkan kita melalui kehidupan dengan ringan dan meraih RidhoNya
Amin……….

February 27th, 2007 at 10:56 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Sahabat, lingkungan dapat berubah hanya
dalam hitungan detik tanpa bisa diduga. Namun prinsip adalah abadi. Prinsip
tidak berubah. Prinsip menciptakan rasa aman yang hakiki, rasa aman yang
berasal dari dalam diri kita. Kemampuan kita untuk mengendalikan hati ketika
masalah menimpa diri kita (proaktif)
sangat sulit dilakukan tanpa adanya kekuatan prinsip yang bisa dipegang teguh.
Hanya Laa Ilaaha Illallah prinsip sejati untuk hidup.

Tindakan seseorang sangat bergantung pada
pikirannya masing – masing. Dia akan merespon setiap hal sesuai dengan prinsip
yang diyakininya. Tiap kita akan bertanggung jawab atas segala tindakan kita.
Walau tiap orang memiliki prinsip yang berbeda – beda namun tiap tindakan yang
berdasarkan prinsip itu akan dipertanggungjawabkan masing2.

Kita adalah ”raja” atas pikiran kita
sendiri.
Bukan lingkungan sekeliling kita. Yah lingkungan memang sangat berperan
dalam mempengaruhi cara berfikir kita. Orang yang memiliki ”prinsip”, akan
mampu melindungi pikirannya. Ia mampu memilih respon positif ditengah
lingkungan yang buruk sekalipun. Hal ini akan membuatnya makin cerdas karena ia
adalah raja dari pikirannya sendiri.

Satu hal yang perlu kita cermati bahwa
prinsip tiap orang memang berbeda2. Kecerdasan dalam menghargai dan menyikapi
perbedaan akan membantu kita untuk terus survive. Saya memiliki teman yang
berbeda pandangan, bahkan kadang kita bisa terlibat perdebatan singkat karena
ia merasa pandangan saya yg berbeda menyindirnya. Yah sekali lagi seorang devi
masih harus banyak belajar untuk cerdas menyikapi perbedaan prinsip dalam
lingkungannya.

Devi memang masih jauh dari berprasangka
baik atau berhusnuzon pada orang lain. Saya mohon maaf pada sahabat yang
mungkin pernah terzolimi oleh diri ini…. semoga Allah meringankan hati saya untuk lebih memperbaiki diri setiap harinya.

Hai
orang yang beriman! Janganlah terlalu banyak sangka menyangka. Sungguh,
sebagian persangkaan adalah dosa. Janganlah saling memata- matai, dan janganlah
saling memfitnah
….” (Q.S. Al Hujuraat 12)

Semoga sedikit tulisan ini bisa
bermanfaat bagi teman2 terutama untuk diri saya pribadi. Segala kekurangan adalah
bersumber dari saya,devi masih dekat dengan lalai. Semoga prinsip yang kita
yakini mampu mengantarkan kita melalui kehidupan dengan ringan dan meraih RidhoNya
Amin……….

February 27th, 2007 at 10:51 pm | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

assalamualaikum sahabat……
Tadi diperjalan dalam angkot menuju warnet dv bertemu dgn seorang teman lama waktu masih diasrama TPB IPB. Saya sering ketemu beliau tapi tetep aja lupa namanya.hE..HE… ini salah satu kekurangan saya. gadis manis ini berjilbab khas, dan berkacamata. saat saya naik dia sigap langsung menyapa : "eh devi? maw kemana?"
saya sempat terkejut. "maw ke warnet hm….".
erna namanya saya tahu namanya setelah saya membaca kertas yg dibawanya ooooo.
erna: " loh dv kacamatanya mana? ko ga dipake?"
devi: "he..he… iya ada ko dlm tas, biasa….. dv mang jarang pake, aga malas he..he…"
erna: "wah enak yah minusnya masih kecil jd kalo kacamata dibuka masih bisa lihat"
devi: "hm… ga juga sie, dv sering salah panggil he..he…., dv jg dah minus 2,75 ni…"
erna: "Astagfirullah dv minus segitu kacamatanya dipake atuh…. itumah dah gede. Erna sering menyayangkan kalo ad teman yg minusnya masih sedikit dari saya tapi ga maw pk kacamata, kan kalo dv rajin pk InsyaAllah bisa berkurang kan miusnya. Dv beruntung dibanding saya,"
devi: " iya yah? loh mang erna minus berapa?"
erna: ‘"minus 7!"
devi: "hah???"
erna: " iya dev mata saya minus ga seperti orag kebanyakan yang nambah sedikit2 karena baca terlalu dekat, atau nonton terlalu dekat. mata saya minus karena obat!. dulu waktu sy kelas 6 sd saya deman tinggi, samapi mata saya yg kelihatan hanya putuhnya saja, oleh dokternya saya tiba2 disuntik. Ketika sadar mata saya langsung burem kalo lihat, saat dicek saya langsung minus 5 ketika itu…."
devi: "astagfirullah….. ada jg yah yg begitu?"
erna: "yah jadi deh saya harus terus pake kcmata tanpa bisa dibuka lagi."
devi: " yah erna sabar yah, hm… teriam kasih dv harus turun didepan… asalamualaikum…..
erna: " waalaikumsalam"

apa yg dv dapat dari pembicaraan singkat dgn erna? yah dia menadapati matanya minus bukan karena kelalaiannya dalam menonton tv yg terlalu dgt atau membaca samabil tiduran yg sering saya lakukan sehingga mt minus.
Tapi seorang dv masih sering meremehkan sulitnya melihat jarak jauh ini. Dv masih sering mengganggap bhwa ini sudah biasa. Bahkan dv tidak bersyukur diberi mata yang walau minus namun masih bisa melihat. Subhanallah terima kasih ya Allah atas nikmatMu.
yah erna benar saya harus mulai merubah kebiasaan saya.dan harus sering bersyukur.
sungguh nikmatNya itu tak dapat dibilang dgn apapun sahabat, bahkan untuk semua panca indra kamu yg masih sangat memuaskan kinerjaNya itu juga atas karuniaNya.

sore yg indah dengan hikmah yg saya dapat tanpa diduga….teriam kasih sahabat erna atas pembicaraa menariknya.

February 23rd, 2007 at 12:51 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink